SDN Poris Pelawad 5 Kota Tangerang Mempersiapkan Generasi Cerdas Yang Akhlakul Karimah

Jumat, 27 Oktober 2017


Patung dada Soegondo Djojopuspito di Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta Pusat
" Orang-orang yang merayakan Sumpah Pemuda hanya bernostalgia saja ..."
Bogor (ANTARA News) - Soegondo Djojopuspito salah seorang pemuda Indonesia yang menjadi tokoh penting lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, kini namanya mulai dilupakan, kata putranya Sunaryo Joyopuspito.

"Sebetulnya Soegondo adalah tokoh yang dilupakan. Sebelum Indonesia memproklamirkan menjadi negara, bangsa Indonesia sudah diproklamirkan lewat Sumpah Pemuda itu," ujar pria berusia 78 tahun itu saat ditemui ANTARA News di kediamannya di kawasan Depok, Jawa Barat, Jumat.

Sejak masa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Daoed Jusuf yang mengusulkan Soegondo menjadi Pahlawan Nasional hingga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dari berbagai masa pemerintahan sejak Orde Baru hingga Orde Reformasi saat ini, menurut dia, usulan tersebut tidak ada tindaklanjutnya.

Kondisi itulah yang kemudian membuat sosok sepenting Soegondo Djojopuspito yang berjasa dalam perjalanan bangsa Indonesia dinilainya terlupakan.

"Saya pribadi sebagai anak tidak mengerti di mana letak apresiasi negara sehingga sampai saat ini usulan untuk menjadi Pahlawan Nional itu belum terlaksana," katanya.

Ia mengatakan bangsa Indonesia lahir pada 1928, sedangkan negara Indonesia dilahirkan 1945 lewat Proklamasi yang dibacakan oleh Soekarno.

Di antara Soekarno dan Soegondo, ia mengemukakan, dulunya pernah mondok bersama di rumah tokoh pendiri Partai Sarikat Dagang Islam, kemudian menjadi Partai Sarikat Islam, Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto di Surabaya, Jawa Timur, periode 1919--1922.

Di mata Sunaryo, HOS Tjokroaminoto adalah tokoh penting, seperti gerakan kebangsaaan pemuda Indonesia yang juga melahirkan dua tokoh besar seperti Soekarno dan juga ayahnya, yakni Soegondo.

"Tapi, Budi Utomo lebih muncul dari Tjokroaminoto, jadi tidak dielu-elukan," kata kandidat doktor Ilmu Sejarah di Universitas Indonesia (UI) itu.

Bagi Sunaryo peringatan Sumpah Pemuda setiap tanggal 28 Oktober hanya tinggal seremonialnya saja. Seperti ketika orang bertanya tentang lagu keroncong di era saat ini, karena keroncong sudah ditinggalkan.

Atau, ketika dirinya memainkan musik klasik Mozart, hanya sekadar memainkan, seperti bernostalgia saja.

"Orang-orang yang merayakan Sumpah Pemuda hanya bernostalgia saja, karena anak-anak sekarang berbeda dengan pemuda dulu. Suka yang instan," katanya.

Gerakan Sumpah Pemuda dicetuskan oleh pemuda Indonesia yang menjadi dasar berdirinya bangsa Indonesia. Pemuda yang berasal dari berbagai daerah, bersatu merumuskan motto "Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa".

Sumpah Pemuda, menurut Sunaryo, terinspirasi dari gerakan "Surrealisme" di Prancis tahun 1924 pimpinan Andre Breton yang melahirkan Trilogi Surrealisme, yakni Liberte (kemerdekaan), Fraternite (kesetaraan) dan Egalite (persatuan).

Pada 1925 majalah Indonesia Merdeka asuhan Mohammad Hatta membuat karangan Mr. Soenario, yang pandai bahasa Prancis, tentang Manifesto Politik 1925 dan merupakan terjemahan dari Gerakan Surrealisme.

Dalam Kongres Pemuda II, Soegondo yang menjadi Ketua Pemuda Indonesia, ingin melahirkan suatu trilogi ikrar yang monumental agar diingat bagi para pemudiaan di kemudian hari, yakni "Kita Putra dan Putri dari satu bangsa berasal dari satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa, Indonesia".

M. Yamin, salah seorang pemuda yang mahir berbahasa Indonesia menerjemahkan trilogi kongres pemuda ke dalam bahasa Indonesia menjadi "Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa".

"Di detik terakhir kongres Yamin menyodorkan secarik kertas yang berisi rumusan resolusi yang lebih luwes kepada Soegondo yang akhirnya diparaf dan disetujui dan diakui oleh anggota lainnya dari konsep trilogi pemuda Indonesia Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa," demikian Sunaryo Joyopuspito.

Soegondo Djojopuspito tercatat lahir di Tuban, Jawa Timur, pada 22 Februari 105, dan meninggal di Yogyakarta pada 23 April 1978.

Pemerintah Indonesia pada 1978 menganugerahi Tanda Kehormatan Indonesia berupa Bintang Jasa Utama, dan Satya Lencana Perintis Kemerdekaan pada 1992.

Pada 18 Juli 2012 Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meresmikan Wisma Soegondo Djojopuspito di Cibubur, Jakarta Timur, yang hingga kini menjadi salah satu lokasi pelatihan bagi para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Patung dada Soegondo Djojopuspito tersimpan di Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta Pusat, untuk menandai perannya sebagai salah seorang di balik peristiwa sejarah menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Senin, 14 Agustus 2017

RPP Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2017 dan Perbedaan dari Versi Sebelumnya

Apa yang baru dan menjadi pembeda RPP Kurikulum 2013 Revisi 2016 dengan RPP K13 Revisi tahun 2017? selalu ada yang baru pada kurikulum 2013 sehingga RPP pun memiliki formula baru pada revisi kurikulum 2013 tahun 2017. Sedikit ringkasan untuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP Kurikulum 2013 di tahun 2017.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat tenaga pendidik harus memunculkan dan menginsert empat macam point yaitu PPK, Literasi, 4C, dan HOTS maka perlu kreatifitas tenaga pendidik untuk meraciknya menjadi RPP yang utuh.


Kegiatan Pembelajaran di SD Poris Pelawad 5


 A. Perbaikan atau revisinya antara lain:
 1.  Mengintergrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) didalam pembelajaran. Karakter yang diperkuat terutama 5 karakter, yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas atau 7 Karakter untuk mapel IPS dari 18 Karakter prioritas.

 2. Mengintegrasikan literasi dan menginsert literasi dalam RPP baik sebelum, sedang dan sesudah pembelajaran.
Pengertian Literasi dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.
Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi dapat dijabarkan menjadi Literasi Dasar (Basic Literacy), Literasi Perpustakaan (Library Literacy), Literasi Media (Media Literacy), Literasi Teknologi (Technology Literacy), Literasi Visual (Visual Literacy).
Keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C  (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation). inilah yang sesungguhnya ingin kita tuju dengan K-13, bukan sekadar transfer materi. Tetapi pembentukan 4C. Beberapa pakar menjelaskan pentingnya penguasaan 4C sebagai sarana meraih kesuksesan, khususnya di Abad 21, abad di mana dunia berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Penguasaan keterampilan abad 21 sangat penting, 4 C adalah jenis softskill yang pada implementasi keseharian, jauh lebih bermanfaat ketimbang sekadar pengusaan hardskill.

3.   Mengintegrasikan HOTS (Higher Order Thinking Skill) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi Level 3/C4 s/d C6)Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kurikulum 2013 juga menuntut materi pembelajarannya sampai metakognitif yang mensyaratkan peserta didik mampu untuk memprediksi, mendesain, dan memperkirakan. Sejalan dengan itu ranah dari HOTS yaitu analisis yang merupakan kemampuan berpikir dalam menspesifikasi aspek-aspek/elemen dari sebuah konteks tertentu; evaluasi merupakan kemampuan berpikir dalam mengambil keputusan berdasarkan fakta/informasi; dan mengkreasi merupakan kemampuan berpikir dalam membangun gagasan/ide-ide. lihat contoh soal HOTS Kurikulum 2013 Gerakan PPK perlu mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter yang sudah dilaksanakan sampai sekarang.Pengintegrasian tersebut antara lain :
a. Pemaduan kegiatan kelas, luar kelas di sekolah, dan luar sekolah (masyarakat/komunitas);
b.    Pemaduan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler;
c.    Pelibatan secara serempak warga sekolah, keluarga, dan masyarakat;
Perdalaman dan perluasan dapat berupa :
1. Penambahan dan pengintensifan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada pengembangan karakter siswa,
2.  Penambahan dan penajaman kegiatan belajar siswa, dan pengaturan ulang waktu belajar siswa di sekolah atau luar sekolah;
3.  Penyelerasan dapat berupa penyesuaian tugas pokok guru, Manajemen Berbasis Sekolah, dan fungsi Komite Sekolah dengan kebutuhan Gerakan PPK. Maka tidak mungkin lagi menggunakan model/metode/strategi/ pendekatan yang berpusat kepada guru, namun kita perlu mengaktifkan siswa dalam pembelajaran (Active Learning). Khusus untuk PPK merupakan program yang rencananya akan disesuaikan dengan 5 hari belajar atau 8 jam sehari sedangkan untuk 2 hari merupakan pendidikan keluarga.

dari www.gurusd.net


Selasa, 01 Agustus 2017

"WowWi" robot buatan siswa madrasah yang juara di Amerika Serikat


Robot buatan siswa Madrasah Aliyah Technotura, Depok, Jawa Barat, bernama WowWi menjadi juara dalam kejuaraan First Global Challenge Olympic Robot Competition 2017, pada di Washington DC, Amerika Serikat, 16-18 Juli.

"Robot ini memiliki sistem operasi yang bisa mengunci target yang akan ditembak," ujar seorang siswa yang merupakan Tim Never Before, Hisyam Wahono, di Jakarta, Selasa.

Sistem operasi itu tidak diterapkan sama robot-robot kontestan lain. Ini yang membuat juri kagum dan memberikan nilai di atas rata-rata untuk WowWi. WowWi berhasil mengalahkan 158 robot dari negara lain.

Dalam kejuaran itu, semua robot juga harus bisa memisahkan air kotor dan bersih yang direpresentasikan dalam bola oranye dan biru. Menurut dia, ada tujuh babak berbeda yang harus dilakoni para kontestan untuk memenangi kejuaraan. 

Awalnya, tim tersebut kalah di babak pertama, namun mengubah strategi di enam babak selanjutnya dengan memperlihatkan kelebihan sistem pengunci target tadi. Semua robot juga harus mampu menunjukkan cara yang cepat dan efisien untuk lepas dari terjangan banjir. 

Hisyam menjelaskan pembuatan WowWi hanya dua bulan dan menggunakan bahan-bahan terbatas yang diberikan panitia.

Sementara itu, Kepala Sekolah MA Technonatura, Tras Rustamaji, mengatakan, pemanfaatan dan pengembangan teknologi menjadi landasan utama dalam menyusun kurikulum di sekolah tersebut.

Tim Never Before mendapat dukungan penuh dari PT Telekomunikasi Indonesia. Biaya riset, dukungan internet berkecepatan tinggi dan akomodasi selama di Amerika Serikat semuanya ditanggung PT Telkom.
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Rabu, 26 Juli 2017

MUI Semarang tak setuju lima hari sekolah

Suasana Belajar di Pondok Pesantern
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang, Jawa Tengah menyatakan tidak setuju dengan rencana program lima hari sekolah karena mengancam keberadaan lembaga pendidikan agama nonformal.

"Selama ini, lembaga pendidikan agama Islam ini lah yang mampu menjadikan perubahan karakter bangsa dengan baik," kata anggota Komisi Pendidikan MUI Kota Semarang M Rikza Chamami di Semarang, Senin.

Menurut dia, lima hari sekolah tidak akan bermakna sebagai pendidikan karakter jika berakibat gulung tikarnya madrasah diniyah, taman pendidikan Alquran (TPQ), dan pondok pesantren.

Tentunya, kata dia, pemerintah, yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus berkoordinasi lintas kementerian mengenai penerapan kebijakannya, termasuk lima hari sekolah.

"Jangan sampai ada niat mematikan lembaga pendidikan. Hasilnya akan menjadi tidak baik," kata pengajar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang itu.

Niat baik membangun pendidikan karakter, kata dia, jangan sampai ternodai dengan cara-cara yang kurang baik, seperti mengakibatkan tutupnya lembaga pendidikan agama yang bersifat nonformal.

"Lebih baik tetap enam hari sekolah dengan menata pola pendidikan karakter yang lebih baik, seperti model pesantren, di antaranya penanaman tata krama atau sopan santun," kata Rikza.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Semarang Prof Erfan Soebahar menegaskan umat Islam perlu diberikan solusi terbaik mengenai kebijakan jam sekolah yang bisa melegakan semua pihak.

"Artinya, yang paling utama perlu diperhatikan adalah pemanfaatan waktu sehat dan porsi waktu mingguan dalam mencari ilmu," kata Guru Besar UIN Walisongo Semarang tersebut.

Kebijakan lima hari sekolah yang mengharuskan siswa dari pagi hingga sore di sekolah, kata dia, harus dikaji secara serius dan jangan sampai menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

"Butuh kerja sama yang baik antara pendidik dan peserta didik agar ruang pembelajaran bisa kondusif. Penataan waktu sekolah tidak hanya memikirkan siswa perkotaan, tetapi juga pelosok desa," katanya.

Diakuinya, siswa memang perlu diberikan solusi waktu belajar sesuai kemampuan, disertai dengan variasi-variasi pengajaran agar tidak bosan yang tidak harus dalam lima hari sekolah.

"Kalau memang kebijakan lima hari sekolah berpotensi menutup lembaga pendidikan Islam, seperti madrasah diniyah, TPQ, dan ponpes, sebaiknya tidak dilanjutkan," katanya.
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sekolah akan punya dua versi rapor, kata Mendikbud


Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa dalam program Penguatan Pendidikan Karakter setiap sekolah wajib memiliki dua versi rapor untuk memantau perkembangan murid.

"Sekolah nanti akan memiliki dua versi rapor, yang pertama rapor akademik untuk intrakulikuler, yang kedua rapor rekaman aktivitas siswa yang berupa naratif deskriptif untuk menceritakan tingkat perkembangan siswa dari tingkat SD sampai SMA," kata Muhadjir di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan rapor rekaman aktifitas murid antara lain akan meliputi laporan mengenai minat, bakat serta kemahiran istimewa murid.

Dalam program Penguatan Pendidikan Karakter, menurut dia, akan ada porsi yang seimbang antara peranan sekolah dengan keluarga untuk mendidik siswa.

"Ini dalam rangka implemntasi manajemen pendidikan berbasis sekolah, sekolah harus mempunyai tanggung jawab untuk mengatur kegiatan belajar siswa baik di sekolah, masyarakat maupun di rumah," kata dia

Dengan kegiatan sekolah lima hari, ia menjelaskan, orangtua dapat memiliki waktu untuk ikut mendidik dan mengasuh anak secara penuh selama dua hari libur sekolah.

Selama ini, ia melanjutkan, orangtua cenderung melimpahkan semua tanggung jawab pendidikan murid kepada sekolah.

Saat ini pemerintah sedang membuat Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Program Penguatan Pendidikan Karakter, yang antara lain berkenaan dengan apakah semua sekolah akan diwajibkan menerapkan lima hari sekolah atau tidak.

"Nanti akan diatur di Perpres, apakah nanti sifatnya pilihan atau bertahap kita akan lihat, saat ini kita sedang godok masalah itu," kata Muhadjir.

Pada 19 Juli pemerintah telah melakukan rapat mengenai Rancangan Perpres Penguatan Pendidikan Karater.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan dalam program tersebut pendidikan karakter seperti nilai integritas, religius, nasionalisme, kemandirian dan gotong-royong akan ditekankan kepada peserta didik.

Perpres itu nantinya akan menggantikan peraturan yang pernah diterbitkan dalam bentuk peraturan menteri yaitu Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017.

Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Minggu, 23 Juli 2017

REKOMENDASI RAPAT KOORDINASI PIMPINAN NASIONAL II PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA



REKOMENDASI RAPAT KOORDINASI PIMPINAN NASIONAL II PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA

Setelah mendengar dan mencermati amanat Bapak Presiden Republik Indonesia bahwa ditengah-tengah perubahan yang cepat dan dahsyat dewasa ini, posisi dan peran Guru semakin strategis dan penting.  Guru adalah aktor yang mengemban tugas-tugas profetik (kenabian) yang tidak saja menjalankan tugas-tugas profesi tetapi juga mempersiapkan generasi muda untuk mencapai cita-cita bangsa dengan menggali, menyampaikan, mengajak dan membiasakan peserta didik pada nilai-nilai kebenaran dan kebaikan melalui penguatan pendidikan karakter. Memperhatikan berbagai pendapat yang berkembang serta realitas dunia pendidikan kita dewasa ini  maka Rakorpimnas II PGRI yang berlangsung dari tanggal 21 s.d 23 Juli 2017 di Yogyakarta dengan ini merekomendasikan:

1. Pendidikan karakter sebagai skala prioritas dalam mewujudkan percepatan dan pemerataan kualitas pendidikan.

2. PGRI berkomitmen meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan tuntutan profesi sebagaimana dikehendaki oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

3. Pemerintah harus bersungguh-sungguh meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan melalui program yang efektif, efisien dan signifikan.

4. Pemerintah melalui kementerian terkait dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan pendidikan didasarkan pada hasil kajian mendalam dengan melibatkan PGRI.

5. PGRI menolak gagasan pembentukan AGMP sebagai organisasi profesi, dan merekomendasikan pemerintah memberdayakan APKS (Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis) yang ada di bawah naungan PGRI.

6. Merevisi pasal-pasal pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2017  yang bertentangan dengan Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

7. Pemerintah membuat grand design pemenuhan kebutuhan guru skala nasional untuk mencegah terjadinya akumulasi permasalahan kekurangan guru.

8. Mendesak pemerintah agar menyelesaikan persoalan Guru non PNS pada sekolah-sekolah negeri dan swasta yang ada diselesaikan secara tuntas, adil dan manusiawi. 9. Uji Kompetensi Guru (UKG) hanya ditujukan untuk pemetaan dan tidak dijadikan dasar untuk memperoleh Tunjangan Profesi Guru (TPG) maupun sebagai syarat untuk mengikuti  PPG dan dibiayai oleh negara.

 Yogyakarta, 21 s.d 23 Juli 2017  

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA BISA DIDOWNLOAD DISINI

DAN MATERI PRESENTASI PERMEN NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA BISA DIDOWNLOAD DISINI

Sabtu, 22 Juli 2017

KISI-KISI SOAL PRE TES PKB (SIMPKB) JENJANG SD TH 2017

Kisi-Kisi Soal Pretest PKB (SIMPKB) 2017 SD dan SMP Pada kesempatan kali ini, kami ingin membagikan informasi mengenai kegiatan Pretest Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Tahun 2017 ini. Dimana rencananya kegiatan Ujian Prestes akan dilaksanakan pada bulan Agustus tahun ini. Untuk bagi para guru yang akan mengikuti Pretest, Anda bisa mempersiapkan diri dengan cara belajar mengenai materi-materi yang akan diujikan pada Pretest Agustus mendatang. Namun, masalahnya kebanyakan para guru masih bingung, hal apa yang harus dipelajari, dan materi-materi apa saja yang akan diujikan pada kegiatan Pretest Agustus mendatang. Untuk kami ingin memberikan informasi mengenai kisi-kisi soal pretest PKB tahun 2017 ini untuk guru jenjang SD, SMP dan SMA yang dapat Anda download filenya pada link download di artikel ini. 


Kisi-Kisi Pretest PKB (SIMPKB) Guru Pembelajar Tahun 2017 ini sesuai dengan Kisi-kisi UKG pada tahun 2015 lalu. Dimana kegiatan Pretest PKB Guru Pembelajar ini dilaksanakan untuk para guru yang belum mengikuti UKG dan guru yang telah mengalami perubahan Mata Pelajaran. Anda bisa mengunduh file kisi-kisi yang berbentuk (format) pdf tersebut sesuai dengan mata pelajaran yang bapak/ibu ampu di sekolah tempat bapak/ibu mengajar. Semoga file tersebut bisa bermanfaat. 
Kegiatan Pretest PKB bagi Guru Pembelajar ini dilaksanakan sesuai dengan pengumuman Pretest yang salinan isinya sebagai berikut.

untuk Jenjang Sekolah Dasar (SD)

Kisi-kisi Soal UKG SD Kelas Tinggi Klik di SINI

Kisi-kisi Soal UKG SD Kelas Rendah Klik di SINI

Kisi-kisi Soal UKG SD PJOK Klik di SINI

Untuk SOAL Latihan Pre Tes UKG SD Semua Tingkat Kelas Klik di SINI


Demikian saya sampaikan info Kisi-Kisi Pretest PKB Guru Pelajaran Tahun 2017 Untuk Jenjang SD ,

Sekian dari saya, terima kasih dan semoga bermanfaat. Salam sukses.

Sumber : https://nusamengajar.blogspot.co.id


CARA AKTIVASI DAN MANAGE SIMPKB Guru Pembelajar DOWNLOAD DISINI



download Cara Aktivasi dan memanage SIMPKB Guru Pembelajar

Jumat, 21 Juli 2017

Inilah 8 Hal Yang Belum Anda Ketahui Tentang Tionghoa Benteng (Cina Benteng)

Tionghoa Benteng adalah panggilan yang mengacu kepada masyarakat keturunan etnis Tionghoa yang tinggal di daerah Tangerang, Provinsi Banten. Nama “Tionghoa Benteng” (dulunya disebut Cina Benteng) berasal dari kata “Benteng”, nama lama kota Tangerang.
Saat itu terdapat sebuah benteng Belanda di kota Tangerang, tepatnya di pinggir sungai Cisadane (saat ini jadi kampung Benteng Makasar :red), yang difungsikan sebagai pos pengamanan untuk mencegah serangan dari Kesultanan Banten. Benteng ini merupakan garis terdepan pertahanan pemerintah kolonial Belanda di wilayah pulau Jawa saat itu. Masyarakat keturunan Tionghoa Benteng telah berlangsung beberapa generasi, yang awalnya tinggal di Tangerang kini telah menyebar ke berbagai kota lain di Indonesia.
Sudut Bagian Dalam Vihara Boen San Bio, Vihara Tertua di Tangerang

1. Tionghoa Benteng merupakan sebutan bagi etnis Tionghoa yang berada di wilayah Tangerang. Nama Tionghoa Benteng diperoleh dari sejarah perjalanan etnis ini yang menetap di daerah Tangerang. Namun sumber lain mengatakan bahwa sebutan Tionghoa Benteng berasal dari kata Benteng yang mana merupakan sebutan lama bagi Kota Tangerang.
2. Sejak abad ke 17 bangsa Tionghoa datang ke wilayah Tangerang untuk berdagang, kebanyakan menetap di sekitar benteng Belanda.
3. Kawasan yang menjadi tempat pertama kali etnis Tionghoa menetap, kini menjadi kawasan Pecinan Tangerang. Lokasinya terletak sepanjang sungai Cisadane, kawasan Pasar Lama, Vihara Boen Tek Bio, dan Museum Benteng Heritage.
4. Salah satu kebudayaan yang masih terus diselenggarakan masyarakat Tionghoa di daerah ini setiap tahun ialah Festival Bakcang dan Perahu Naga.
5. Warga tionghoa yang pertama mendaratkan kaki di Teluk Naga (Tangerang) adalah Chen Ci Lung pada 1407. Beliaulah yang menjadi nenek moyang dari keturunan ‘Tionghoa Benteng’ di wilayah Tangerang.
6. Bila dilihat, keturunan etnis Tionghoa Benteng rata-rata memiliki kulit lebih gelap dari etnis tionghoa pada umumnya.
7. Tionghoa Benteng merupakan satu-satunya kelompok tionghoa di Indonesia yang merupakan peranakan dan memiliki keturunan darah orang Manchu (Dinasti Qing).
8. Kecap Benteng SH atau Siang Hian, pertama kali dibuat dan dipopulerkan oleh masyarakat Tionghoa Benteng di Tanggerang oleh Lo Tjit Siong pada tahun 1920.
dikutip dari www.tionghoa.info